Bogor, 20 Mei 2026
#AyahIgur
KH. Fachruddin Bin M. Zein Wafat.
Saya sebenarnya bukan murid beliau, bukan keluarga beliau, bahkan belum pernah benar-benar bertemu dekat dengan beliau semasa hidupnya. Namun entah mengapa, ketika seorang teman mengabarkan lewat WhatsApp bahwa KH. Fachruddin Bin M. Zein wafat, hati saya seperti digerakkan untuk datang ta'jiah ke Pondok Pesantren Humaira Susukan Bojonggede.
Perjalanan menuju pesantren pagi itu terasa biasa saja, tetapi sesampainya di sana suasananya berbeda. Langit mendung, halaman pesantren dipenuhi sandal para pelayat, suara santri membaca Al-Qur’an terdengar lirih memecah kesunyian. Saya berjalan pelan menuju tempat sholat jenazah terakhir yang dikhususkan untuk keluarga, guru, dan para santri.
Saya melihat ke kanan dan kiri. Semua wajah asing bagi saya. Namun anehnya, hati terasa dekat. Seolah kami semua dipersatukan oleh satu hal: kehilangan orang baik.
#AyahIgur
KH. Fachruddin Bin M. Zein Wafat.
Saya sebenarnya bukan murid beliau, bukan keluarga beliau, bahkan belum pernah benar-benar bertemu dekat dengan beliau semasa hidupnya. Namun entah mengapa, ketika seorang teman mengabarkan lewat WhatsApp bahwa KH. Fachruddin Bin M. Zein wafat, hati saya seperti digerakkan untuk datang ta'jiah ke Pondok Pesantren Humaira Susukan Bojonggede.
Perjalanan menuju pesantren pagi itu terasa biasa saja, tetapi sesampainya di sana suasananya berbeda. Langit mendung, halaman pesantren dipenuhi sandal para pelayat, suara santri membaca Al-Qur’an terdengar lirih memecah kesunyian. Saya berjalan pelan menuju tempat sholat jenazah terakhir yang dikhususkan untuk keluarga, guru, dan para santri.
Saya melihat ke kanan dan kiri. Semua wajah asing bagi saya. Namun anehnya, hati terasa dekat. Seolah kami semua dipersatukan oleh satu hal: kehilangan orang baik.